Pertemuan Pertama Guardiola dan Bielsa di Tanah Inggris

Josep Guardiola, yang baru saja pensiun sebagai pesepakbola, pergi ke pertanian Maximo Paz di Argentina. Ia rela pergi jauh mengunjungi kediaman Marcelo Bielsa. Mereka bertemu dan mengobrol selama 11 jam, membahas sistem sepak bola, konsep taktis, dan lainnya. Menurut sumber bandarqq365 Guardiola ingin menjadi pelatih dan ingin belajar dari Bielsa.

Saat Pep hendak memulai karir kepelatihan, Bielsa hampir menjadi trainee. Pada 2006, pria berjuluk El Loco itu sedang berlibur usai melatih Newell’s Old Boys, Atlas, Club America, Velez Sarsfield, Espanyol, dan timnas Argentina.

Guardiola tak menyembunyikan kekagumannya pada Bielsa. Peraih dua gelar kepelatihan terbaik dunia itu berulang kali dipuji dan diklaim terinspirasi oleh El Loco. Pada Sabtu (3/10/2020) besok, para fans dan idol ini akan bertanding dalam pertandingan Leeds United vs Manchester City di Elland Road.

“Dia [Bielsa] adalah pelatih terbaik di dunia.” Tidak peduli berapa banyak gelar yang telah dia menangkan sepanjang karirnya, itu jauh lebih penting daripada pengaruhnya terhadap sepak bola dan pemain yang dia latih, “kata Guardiola seperti dikutip oleh FourFourTwo.

Namun, sebelum pertandingan, Bielsa menolak gagasan yang dipelajari Guardiola darinya. Menurutnya, manajer Man City itu mandiri dan punya ide sendiri. Pelatih berusia 65 tahun itu pun memuji Pep karena kecerdasannya dalam taktik perencanaan.

“Saya tidak merasa seperti mentor Guardiola. Pertama-tama, dia imajinatif. Dia bisa menemukan jalan keluar dengan cepat untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi dan dia bisa menerapkan apa yang dia hadapi,” kata Bielsa dalam jumpa pers.

Laga ini merupakan pertemuan keempat antara Bielsa vs Guardiola. Sebelumnya, “guru” dan “murid” ini pernah berlatih taktik tempur di Spanyol pada 2011/12. Di La Liga, Barcelona asuhan Pep menang satu kali dan imbang sekali melawan tim Bielsa Athletic Bilbao. Blaugrana juga mengalahkan Bilbao di final Copa Del Rey musim itu.

Murid itu terlalu pandai mengajar. Selain mengalahkan Bielsa, Pep memang menjadi salah satu pelatih tersukses di dunia. Dia memenangkan total 29 gelar saat melatih Barcelona, ​​Bayern Munich dan Manchester City.

Di City, Guardiola menggunakan sistem tekanan tinggi Bielsa dan mengembangkan sepak bola ofensif berdasarkan penguasaan bola. Taktik Pep yang saling terkait membuat The Citizens dua kali menjuarai Liga Utama Inggris, termasuk rekor 100 poin musim 2017/18.

Bielsa sendiri melakukan pendekatan yang sedikit berbeda kepada Pep. Bersama Si Putih, Bielsa mengedepankan interaksi cepat yang didukung oleh pergerakan konstan dan tekanan konstan dari para gelandang.

Baik Leeds dan Man City sama-sama memiliki karakter ofensif. The Citizens adalah tim Liga Inggris paling subur musim lalu dengan 102 gol. Leeds, sementara itu, adalah tim tersubur kedua di liga dengan 77 gol, menyamai West Brom dan hanya memimpin Brentford.

Meski bukan tim liga, Leels Bielsa adalah tim paling ofensif. Meluncurkan data StatsBomb (via fbref), Si Putih membuat total 754 tembakan dan 253 tembakan terarah sepanjang 2019/20. Jumlah itu puluhan kali lipat dari West Brom dan Brentford. Leeds hanya kalah dalam hal peluang konversi ke Brentford.

Dalam perjalanan ke Liga Inggris, Mateusz Klich dan rekan satu timnya masih berani tampil. Di minggu pertama, tim putih tampil berani melawan juara bertahan Liverpool dan kalah 4-3. Sebelum pertandingan ini, sepak bola yang menyerang Leeds terbayar dengan kemenangan langsung 4-3 atas Fulham dan 0-1 atas Sheffield United.

Di tiga laga pertama, Leeds berhasil menyesuaikan diri dengan kompetisi papan atas. Jika di liga mereka berhasil tampil dominan dan memblok kotak penalti lawan, tim putih harus beradaptasi dengan klub Liga Inggris yang memiliki materi lebih baik untuk pemain.

Sejauh ini, Leeds telah berlayar ke Liga Premier dengan pengubah permainan dan membuat banyak umpan. Anak buah Bielsa kerap melancarkan operan diagonal untuk mengatasi tekanan di tengah lawan. Leeds juga sering meraih kesuksesan, membuat delapan operan dalam tiga pertandingan, yang kedua secara keseluruhan di liga.

Taktik ini terbukti efektif melawan tim dengan garis pertahanan tinggi seperti Liverpool. Di laga tersebut, Patrick Bamford atau Jack Harrison mampu menembus pertahanan lawan dengan umpan terobosan.

About Author


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *