Apa itu penyakit konjungtivitis? Berikut pengertiannya

Mata merah atau dalam medis dikenal dengan sebutan penyakit konjungtivitis dapat terjadi akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata). Selain mata merah, conjunctivitis atau konjungtivitis ternyata dapat disertai dengan rasa gatal pada mata dan mata berair. Perlu kita ketahui juga konjungtiva ini mengandung pembuluh darah yang dapat melebar saat terjadi konjungtivitis. Pelebaran tersebut pada pembuluh darah menyebabkan gejala seperti mata merah. Konjungtivitis ini sering menyebabkan mata merah pada bayisakit mata pada anak-anak, maupun orang dewasa.

Dilansir dari laman Hellosehat, penyakit yang umum terjadi dan bisa sembuh tanpa pengobatan, penyakit konjutivitis atau mata merah. Tidak terkecuali, karena penyakit tersebut dapat terjadi pada setiap orang disegala usia. musim gugur atau hujan, adalah musim dimana penyakit menular ini muncul. Penyakit ini sangat menular selama waktu dua minggu setelah gejala pertama muncul. Oleh karena itu, pengobatan dini tidak hanya membantu Anda cepat sembuh, tapi juga melindungi orang tersayang dari infeksi sakit mata menular. Bagian putih mata akan memerah karena pembuluh darah konjungtiva meradang. Apabila mata merah tersebut disebabkan oleh alergi, maka gatal yang akan dirasakan. Beberapa yang termasuk dapat menimbulkan alergi seperti, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan debu dalam rumah. Namun, yang sering terjadi dalam beberapa kasus sakit mata disebabkan karena infeksi virus, resiko yang akan dialami seperti, bengkak dan kering sehingga banyak air mata mengalir. Seperti infeksi bakteri, Anda akan merasa sakit dan iritasi, mata merah dan terasa sakit dari dalam. Selain itu mata juga akan menngeluarkan kotoran yang begitu lengket. Penyebab utama dari penyakit konjungtivitis itu sendiri adalah alergi, infeksi virus atau bakteri, dan objek asing. Namun, hal lain seperti tidak menjaga kebersihan mata ternyata juga berpengaruh dan bahkan bisa menjadi penyebab dari konjungtivitis itu terjadi. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mata merah akibat konjungtivitis adalah:

  • Kontak langsung dengan air mata,  jari, atau sapu tangan orang yang sakit konjungtivitis
  • Terpapar alergen (zat pencetus alergi)
  • Sering memakai lensa kontak, terutama pemakaian selama seminggu (biasanya tipe yang bisa digunakan terus selama 7 hari dan tidak dilepas sebelum tidur)

Jika terdapat tanda-tanda atau gejala-gejala yang berhubungan dengan mata sehingga membuat kita begitu khawatir. Jika tanda dan gejala yang kita alami menetap atau bahkan semakin memburuk meskipun telah diterapi menggunakan beberapa obat, dokter akan segera merujuk kespesialis mata. Ketika kita melakukan konsultasi kepada dokter langsung tentang penyakit konjungtivitis itu sendiri, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal yang menyangkut kondisi sipenderita, seperti:

Sejak kapan gejala mulai terasa?

Apakah gejala tersebut dirasakan terus menerus atau hanya sekali saja?

Seberapa parah gejala yang ada rasakan?

Sudahkah ada beberapa pengobatan yang dapat membantu gejala tersebut?

Apa saja yang membuat memperparah gejala yang anda derita?

Apakah gejala yang Anda alami mempengaruhi satu atau kedua mata?

Apakah Anda menggunakan lensa kontak?

Bagaimana cara pembersihan pada lensa kontak Anda?

Seberapa sering Anda mengganti kotak penyimpanan lensa kontak tersebut?

Pernahkah Anda memiliki kontak langsung dengan siapa saja yang memiliki mata merah atau gejala flu?

About Author


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *